iklan displayku

MENGENAL PENYAKIT MAAG, PENYEBAB DAN GEJALANYA


Penyakit maag tentunya sudah sering Anda dengar. Dalam ilmu kedokteran, penyakit maag dikenal sebagai dispepsia (dyspepsia). Dispepsia yang paling dikenal adalah radang lambung (gastritis) maupun tukak lambung (peptic ulcer), yang tergantung pada keparahan penyakit tersebut. Gastritis terjadi apabila penyakit tersebut ”hanya” menimbulkan radang pada lambung, sedangkan peptic ulcer terjadi apabila penyakit tersebut menimbulkan borok-borok atau yang kita kenal sebagai tukak lambung atau ulcer. Penyakit maag menyerang lambung-organ yang terletak di sebelah kiri rongga dada dengan posisi miring ke bawah. menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Oleh karena itu, penderita penyakit maag sering memegang perut sebelah kiri atau ulu hati tepat di bawah ruang dada untuk menahan rasa sakit. 

MENGENAL PENYAKIT MAAG, PENYEBAB DAN GEJALANYA
Maag
Baca juga: Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Maag
Dispepsia sendiri didefinisikan sebagai rasa nyeri atau rasa tidak nyaman di sekitar ulu hati. Pasien dengan dispepsia atau sakit maag ini biasanya datang dengan keluhan lain, yaitu dari mual sampai muntah. Selain itu, keluhan-keluhan lain seperti kembung, cepat kenyang, nafsu makan berkurang, dan sering sendawa juga bisa muncul.
Baca juga: Sejarah kegagalan pertama pasukan Islam dalam usaha menaklukkan Konstantinopel

Penyebab Maag

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu jenis penyakit maag adalah gastritis. Gastritis terbagi menjadi dua, yakni gastritis akut dan gastritis kronik. Gastritis yang terjadi secara tiba-tiba disebut sebagai gastritis akut atau acute gastritis, sedangkan yang terjadi secara perlahan-lahan disebut gastritis kronik atau cronic gastritis. Keduanya memiliki gejala yang mirip, di antaranya ada rasa terbakar di perut bagian atas, kembung, sering bersendawa. mual-mual dan muntah. 

Gangguan keseimbangan asam lambung memegang peranan terjadinya gastritis. Peningkatan produksi asam lambung dapat mencerna dinding lambung itu sendiri sehingga sakit maag pun terjadi. Padahal, secara normal asam lambung memang perlu diproduksi tubuh untuk mencerna makanan. 

Peradangan pada lambung pun tidak hanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang meningkatnya produksi asam lambung, tetapi juga infeksi sejumlah bakteri. Jika kondisinya sudah parah maka infeksi bakteri akan menyebabkan terbentuknya borok-borok pada lambung atau tukak lambung. 

Selain itu, sejumlah faktor akan meningkatkan kejadian penyakit maag, seperti luka pada lambung dan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Umumnya obat-obat penghilang rasa sakit akan merangsang lambung.

Baca juga: Buah manggis kaya senyawa berkhasiat xanthone yang berfungsi sebagai antikanker, antivirus, anti diabetes, antijamur dll. 

Berikut sejumlah faktor yang dapat mendorong terjadinya sakit maag

1. Infeksi bakteri
Orang yang terinfeksi bakteri Helicobacter pylori dapat mengalami gastritis. Penemuan bakteri ini dilakukan oleh Barry Marshall dan Robin Warre, dua dokter peraih Nobel dari Australia. Mereka menemukan adanya bakteri yang bisa hidup dalam lambung manusia. Penemuan ini mengubah cara pandang para ahli mengenai penyebab penyakit lambung, termasuk cara pengobatannya. Saat ini telah terbukti bahwa infeksi yang disebabkan oleh Helicobacter pylori pada lambung bisa menyebabkan peradangan mukosa lambung yang disebut dengan gastritis. Proses ini bisa berlanjut hingga terjadi ulkus atau tukak, bahkan kanker lambung.

Seiring bertambahnya usia, infeksi Helicobacter pylori makin sering terjadi. Infeksi oleh bakteri ini merupakan infeksi yang cukup umum terjadi pada manusia. Di negara-negara barat sekitar 35-40% penduduk mengidap bakteri Helicobacter pylori. Peningkatan infeksi terjadi sekitar 8% setahun. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, frekuensi terjadinya infeksi bakteri ini lebih tinggi, terutama pada usia muda. Hal ini mungkin berkaitan dengan keadaan Sosio-ekonomi dan faktor kebersihan yang rendah. 

Dalam pertemuan di Centers for Disease Controland Prevention di Atlanta, Georgia pada 1991 semua mengakui hubungan langsung antara Helicobacter pylori dengan penyakit gastritis. Sekitar 75 % jenis penyakit tukak lambung yang telah terbukti disebabkan oleh Helicobacter pylori dapat diobati secara permanen menggunakan larutan antibiotik. Infeksi yang disebabkan bakteri biasanya dimulai sejak kanak-kanak. Sering kali, bakteri ditularkan melalui sesama anggota keluarga melalui feses atau ludah, termasuk alat makan yang tidak dicuci dengan bersih. Bakteri itu kemudian tinggal di dalam perut hingga dewasa. Jika tidak diobati, penyakit tersebut bahkan dapat menyebabkan Kanker. 

Bakteri Helicobacter pylori ini memiliki banyak senjata sehingga dampak yang ditimbulkan oleh peradangan lambung menjadi semakin kompleks. Hal itu terjadi terutama bila bakteri tidak terdeteksi sehingga bakteri akan terus berkembang biak, meluas membentuk tukak lambung, displasia, adenoma, dan akhirnya kanker lambung yang sangar ditakuti. 

Akan tetapi, infeksi bakteri tersebut dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan bersih. Pola makan yang memenuhi syarat kesehatan dan higienis serta kesehatan umum yang memadai bisa menghindarkan kita dari serangan atau infiltrasi bakteri ini. 

Umumnya gastritis yang terjadi karena infeksi bakteri merupakan gastritis kronik. Separuh populasi orang di dunia terinfeksi bakteri ini dan menyebarkannya dari satu orang ke orang yang lain. Pada sejumlah orang, Helicobacter pylori akan merusak lapisan lambung. Sejumlah dokter percaya bahwa tingginya kejadian penyakit ini pada orang tua disebabkan kebiasaan yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti merokok dan stres. 

2. Obat Penghilang Nyeri 
Konsumsi obat penghilang nyeri, seperti Nonsteroidal antiinflamatory drugs (NSAIDs) misalnya aspirin, ibuproven (Advil, Motrin, dan lain lain), juga naproxen (Aleve), yang terlalu sering dapat menyebabkan penyakit maag, baik itu gastritis akut maupun kronis. 

3. Alkohol
Mengonsumsi alkohol dapat mengiritasi (merangsang) dan mengikis permukaan lambung sehingga asam lambung dengan mudah akan mengikis permukaan lambung,]. Selanjutnya gastritis akut pun terjadi. 

4. Stres
Keadaaan stres yang disebabkan karena pembedahan, luka (trauma), terbakar, ataupun infeksi penyakit tertentu dapat mengakibatkan gastritis akut. 

5. Asam empedu 
Asam empedu adalah cairan yang membantu pencernaan lemak. Cairan ini diproduksi di hati dan dialirkan ke kantong empedu. Ketika keluar dari kantong empedu, asam empedu akan dialirkan ke usus kecil (duodenum). Secara normal, cincin pilorus (pada bagian bawah lambung) akan mencegah aliran asam empedu ke dalam lambung setelah dilepaskan ke duodenum. Namun, apabila cincin tersebut rusak dan tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik atau dikeluarkan karena pembedahan maka asam empedu dapat mengalir ke lambung sehingga mengakibatkan peradangan dan gastritis kronik. 

6. Serangan terhadap lambung
Sel yang dihasilkan oleh tubuh dapat menyerang lambung. Kejadian ini dinamakan autoimmune gastritis. Kejadian ini memang jarang terjadi, tetapi bisa terjadi. Autoimmune gastritis sering terjadi pada orang yang terserang panyakit Hashimoto’s disease, Addison‘s disease, dan diabetes tipe 1. Autoimmune gastritis juga berkaitan dengan defisiensi vitamin Bl2 yang dapat membahayakan tubuh. 

7. Kondisi Lain
Gastritis mungkin berkaitan dengan beberapa macam penyakit, di antaranya HlV/AIDS. Crohn's disease, infeksi parasit, serta gangguan ginjal dan hati. 
Beberapa penyakit lain yang juga berhubungan dengan saluran pencernaan yang dikategorikan sebagai sakit maag, antara lain Gastrooesophageal Reflux Disease (CORD), Gastroparesis dan Gastroparesis diabeticorum. 

Gastroparesis didefinisikan sebagai ketidak mampuan lambung untuk mengosongkan ruangan. Hal ini terjadi di mana makanan yang berbentuk benda padat tetap tertahan di perut lambung. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gastroparesis, termasuk di antaranya penyakit yang tidak diketahui sebabnya. Penyebab yang paling umum dari keadaan ini adalah diabetes melitus. 

Gejala Klinis 

Secara lebih detail gejala-gejala penyakit maag adalah sebagai berikut. 
 l.  Rasa terbakar di lambung dan akan menjadi semakin parah ketika sedang makan 
2. Mual-mual 
3. Muntah 
4. Kehilangan nafsu makan 
5. Merasa lambung sangat penuh sehabis makan 
6. Berat badan menurun 

Gastritis akut terjadi secara tiba-tiba dan gejalanya lebih terlihat, dengan di tandai mual-mual dan rasa terbakar di lambung serta adanya rasa tidak enak di lambung bagian atas. Gastritis kronik berjalan perlahan-lahan dan gejala yang umum terlihat adalah adanya rasa perih dan rasa penuh di lambung serta kehilangan nafsu makan sehingga hanya mampu makan dalam jumlah sedikit. Pada sejumlah orang terkadang gastritis kronik tidak menimbulkan gejala klinis. 

Kadang-kadang gastritis akan menyebabkan lambung berdarah, tetapi tidak parah. Perdarahan lambung dapat dikeluarkan lewat mulut (muntah darah) ataupun terjadi berak darah. Apabila pertolongan terlambat dilakukan maka hal yang fatal akan terjadi. 
Itulah penjelasan tentang maag, semonga artikel ini bermanfaat terima kasih.

0 Response to "MENGENAL PENYAKIT MAAG, PENYEBAB DAN GEJALANYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel