iklan displayku

SEJARAH KEGAGALAN PERTAMA UMAT ISLAM DALAM UPAYA PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL

Daulah Islam telah mencapai luas wilayah yang mengagumkan. Dengan jumlah pasukan yang sedikit dan peralatan yang seadanya pasukan Islam telah menaklukkan kekaisaran Persia dan merebut wilayah yang luas dari Byzantium. Pada tahun 41 Hijriyah Muawiyah bin Abi Sufyan, menduduki jabatan sebagai Khalifah, Amirul Mu‘minin menggantikan al-Hasan bin Ali atau Khalifah ke 4 setelah wafatnya Rasulullah SAW. Sebagai pemimpin kaum Muslimin. Muawiyah sangat berambisi untuk terus meluaskan kekuasaan Daulah Islamiyah. Pada saat itu satu-satunya hadiah yang sangat berharga untuk dipetik tinggallah kota Konstantinopel.

SEJARAH KEGAGALAN PERTAMA UMAT ISLAM DALAM UPAYA PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL
Sumber gambar http://harokatblog.blogspot.com
Konstantinopel sebagai ibukota Kekaisaran Byzantium merupakan kota yang menjadi sasaran penaklukkan oleh berbagai bangsa. Rasulullah SAW sendiri sudah meramalkan mengenai penaklukkan Konstantinopel dalam sejumlah haditsnya. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad : 

“Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka penguasa tersebut adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya sebaik-baik tentara.” 

Penyerangan terhadap Konstantinopel pertama kali dilakukan oleh kaum Muslimin pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan. Khalifah pertama Bani Umayyah. Beliau memerintahkan putranya Yazid untuk memimpin pasukan mengepung Konstantinopel pada tahun 44 Hijriyah (669 M). Ikut serta juga dalam pasukan ini salah seorang sahabat Nabi yang bernama Abu Ayyub al-Anshari. Sejumlah riwayat menyebutkan saat itu usia beliau sudah mencapai 90 tahun.

Pengepungan terhadap Konstantinopel

Setelah sampai di luar kota Konstantinopel, pasukan Islam menduduki pantai Asia di seberang kota. Untuk mendukung upaya pengepungan 400 kapal perang dikerahkan menyusuri selat Dardanella dan mendirikan sebuah pangkalan di Tanjung Cyzicus di sisi selatan Laut Marmara. Berbagai persiapan logistik, perlengkapan dan fasilltas-fasilitas lainnya dibangun untuk mendukung upaya penaklukkan ini. Untuk pertama kalinya kaum Muslimin menginjakkan kakinya di Benua Eropa 40 tahun sebelum mereka mendarat di Andalusia. 

Menghadapi ancaman ini Konstantinopel sangat mengandalkan tembok-tembok tebalnya serta armada lautnya yang bersandar di Golden Horn. Selama lima tahun berikutnya dari markas mereka di Cyzicus pasukan Islam melakukan serangan-serangan untuk menerobos tembok penahanan kota. Pada musim dingin pasukan Islam kembali lagi ke Cyzicus untuk menyusun kekuatan dan memperbaiki kapal-kapal mereka untuk persiapan penyerangan tahun depan. Keyakinan bahwa Konstantinopel dapat segera ditaklukkan menjadi pendorong semangat pasukan Islam saat itu.

Serangan Balik Byzantium

Untuk mengakhiri pengepungan ini pada tahun 678 Masehi armada Byantium melakukan serangan balik kepada armada Islam. Pertempuran laut terjadi antara kedua armada. Armada laut Byzantium menyerang dengan berbagai persenjataan yang mereka miliki. namun senjata rahasia yang menjadi andalan mereka adalah senjata penemuan baru berupa cairan api aneh yang dilontarkan dari corong yang menjulur di haluan kapal. Alat penyembur api ini dapat mengeluarkan api yang membakar apa saja yang dilaluinya. Dengan mudah armada Byzantium menenggelamkan kapaI-kapal Muslim yang terbakar oleh semburan api tersebut. 

Senjata yang kemudian dikenal sebagai Api Yunani ini merupakan penemuan dari seorang pelarian Yunani dari Suriah bernama Kallinikos. Dialah yang diperkirakan sangat berperan dalam pengembangan senjata yang kemudian sangat terkenal di wilayah Mediterania Timur. Senjata itu sendiri terdiri dari minyak mentah yang dicampur damar kayu agar mudah lengket. Bila sudah terbakar, cairan api ini sangat sulit untuk dipadamkan. 

Dengan hancurnya banyak kapaI-kapal mereka, pasukan Muslim memutuskan untuk mengakhiri pengepungan dan menerima kenyataan bahwa mereka belum berhasil mewujudkan ramalan Nabi SAW. Khalifah Mu’awiyah kemudian mengadakan perjanjian damai dengan Byzantium selama 40 tahun. Selama periode damai ini Daulah Islam Bani Umayyah mempersiapkan diri untuk melakukan serangan Iagi terhadap Konstantinopel. 

Dampak dari Kekalahan

Kekalahan ini merupakan kekalahan serius pertama yang diderita oleh Daulah Bani Umayyah, namun bukan yang terakhir. Pada masa ini kaum Muslimin sudah memasuki era dimana ajarannya sudah mulai tercampur dengan nilai nilai di luar Islam. Selain itu kezhaliman penguasa juga sudah mulai nampak. Berbeda sekali di masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin yang menjunjung tinggi nilai nilai Islam dan tidak membiarkan sedikitpun kotoran menodainya. Motivasi untuk berjihad pun juga sudah tidak murni lagi untuk meninggikan kalimat tauhid akan tetapi juga untuk memperoleh rampasan perang atau untuk kemuliaan duniawi.

Itulah sejarah kegagalan pertama umat Islam dalam menaklukkan Konstantinopel pada masa Dinasti Bani Umayyah. saya sarankan pengunjung blog ini membaca kegagalan kedua umat Islam dalam menaklukkan konstantinopel. semonga menambah wawasan pembaca dalam dunia sejarah islam. Terima kasih.

0 Response to "SEJARAH KEGAGALAN PERTAMA UMAT ISLAM DALAM UPAYA PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel